Assalamualaikum W.B.T
Alhamdulillah & Salam kemerdekaan buat semua rakyat Malaysia. Semoga kita merdeka dari segala pemikiran kolot dan berjaya mencintai Agama,Bangsa & Negara. Selawat dan Salam buat Junjungan Mulia Nabi Muhammad utusan Terakhir.
Wahai anak-anak muda seusiaku, AYUH BERSAMA-SAMA BANGKIT! InsyaALLAH!
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Sekian...
Sang Setia
Tuesday, August 31, 2010
Thursday, August 26, 2010
Mencari Yang Maha Satu
Terkapai-kapai diri dihanyut arus waktu
Kegelapan hati yang sering buat ku keliru
Dalam menguji pergolakkan emosi diri
Tak siapa tahu ada yang memerhati
(Mencari yang Maha Satu itu yang ku tuju)
Di dalam menjalani tiap dugaan yang diberi
Membawa pengertian hidup yang abadi
Tanpa perlu menipu diri sendiri
Yang menjadi lumrah duniawi
Seandainya ada yang memberi ruang
Akan ku baikki setiap kekurangan
Oleh itu diriku memerlukan
Petunjuk darimu OH ILAHI
Diriku kini masih tercari-cari
Jawapan disetiap persoalan ini
Ku akui kesalahan yang buat segalanya
Gelap jadinya kuterima seadanya
Ku cari terus ke situ
Itulah lampu hidupku
Terangilah gelap hatiku
Ku pohon restu dariMU
Akan ku baiki setiap kekurangan
Oleh itu diri yang memerlukan
Petunjuk darimu oh Ilahi
Asal tidak tersilap langkahku
Tiba-tiba berbisik namaMu oh Ilahi
Terdetik di hatiku untuk sujud ke pangkuanMu
Memohon ampun dariMu
Tak seharusnya ku tergoda lagi
Dunia ini yang sesat membuntukan jiwaku
Kini ku mengakui teguranMu
Yang membuat ku sedarnya siapa diriku ini
Tak semua lahir sempurna tak semua lurus jalannya
Bermulalah cerita nak dijadikan cerita
Dengan izin Yang Maha Esa wujud
Aku cinta dan cita
Segala yang ada bermula dari MAHA ESA
Aku akui ada langkah serongku taklah hasratku setajam itu
Yang amatku risau lidah mudah di banjiri
Fitnah melilau-lilau
Tuhan lindungilah dia dari kata jahatnya itu
Doa-doa di pohon sentiasa setiap masa
Ampunilah dosa-dosa semasa laluku ke sana
Dewasakanlah pemikiranku yang tak semegah mana
Salah silap ku berkarya tak pernah ku salah guna
Kau Yang Maha Satu
Sekian...
Tuesday, August 17, 2010
Kecintaan Mu'adz Kepada Rasulullah...
Assalamualaikum W.B.T
Salam Ramadhan yang ke-8, Alhamdulillah dikurniakan nikmat iman dan islam. Sudah lama rasanya saya simpan cerita ini, kali ini saya rasakan kerinduan yang teramat kepada Kekasih Allah, ketika saya di Mesir, jika perasaaan ini hadir saya tentu akan ke Maqam Saidina Hussin iaitu cucu Rasulullah.
Saya sambungkan dengan kisah seorang sahabat Muadz. Sama-sama kita hayati..
Dikisahkan dari Said bin Ziyad dari Khalid bin Saad, bahwa Mu'adz bin Jabal ra telah berkata: "Rasulullah SAW telah mengutusku ke Negeri Yaman untuk memberikan pelajaran agama disana . Maka tinggallah aku di sana . Pada satu malam aku bermimpi dikunjungi oleh seseorang, kemudian orang itu berkata kepadaku: "Apakah anda masih tidur juga wahai Mu'adz, padahal Rasulullah SAW telah berada di dalam tanah." Mu'adz terbangun dari tidur dengan rasa takut, lalu ia mengucapkan: "A'uzubillahi minasy syaitannir rajim?" Setelah itu ia lalu mengerjakan solat. Pada malam seterusnya, ia bermimpi seperti mimpi malam yang pertama. Mu'adz berkata: "Kalau seperti ini, bukanlah dari syaitan?" Kemudian ia memekik sekuat-kuatnya, sehingga didengar sebahagian penduduk Yaman.
Pada esok harinya orang ramai berkumpul, lalu Mu'adz berkata kepada mereka: "Malam tadi dan malam sebelumnya saya bermimpi yang sukar untuk difahami. Dahulu, bila Rasulullah SAW bermimpi yang sukar difahami, baginda membuka Mushaf (al-Quran). Maka berikanlah Mushaf kepadaku. Setelah Mu'adz menerima Mushaf, lalu dibukanya maka nampaklah firman Allah yang bermaksud:
"Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula?" (Az-Zumar: 30).
Maka menjeritlah Mu'adz, sehingga ia tak sadarkan diri. Setelah ia sedar kembali, ia membuka Mushaf lagi, dan ia nampak firman Allah yang berbunyi:
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada orang-orang yang bersyukur?" (Ali-lmran: 144)
Maka Mu'adz pun menjerit lagi: "Aduhai Abal-Qassim. Aduhai Muhammad?" Kemudian ia keluar meninggalkan Negeri Yaman menuju ke Madinah. Ketika ia akan meninggalkan penduduk Yaman, ia berkata: "Seandainya apa yang kulihat ini benar. Maka akan meranalah para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan kita akan menjadi seperti biri-biri yang tidak ada pengembala." Kemudian ia berkata: "Aduhai sedihnya berpisah dengan Nabi Muhammad SAW?" Lalu iapun pergi meninggalkan mereka.
Di saat ia berada pada jarak lebih kurang tiga hari perjalanan dari Kota Madinah, tiba-tiba terdengar olehnya suara halus dari tengah-tengah lembah, yang mengucapkan firman Allah yang bermaksud: "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." Lalu Mu'adz mendekati sumber suara itu, setelah berjumpa, Mu'adz bertanya kepada orang tersebut: "Bagaimana khabar Rasulullah SAW? Orang tersebut menjawab: Wahai Mu'adz, sesungguhnya Muhammad SAW telah meninggal dunia. Mendengar ucapan itu Mu'adz terjatuh dan tak sadarkan diri. Lalu orang itu menyadarkannya, ia memanggil Mu'adz: Wahai Mu'adz sadarlah dan bangunlah." Ketika Mu'adz sadar kembali, orang tersebut lalu menyerahkan sepucuksurat untuknya yang berasal dari Abu Bakar Assiddik, dengan cop dari Rasulullah SAW. Tatkala Mu'adz melihatnya, ia lalu mencium cop tersebut dan diletakkan di matanya, kemudian ia menangis dengan tersedu-sedu. Setelah puas ia menangis iapun melanjutkan perjalanannya menuju Kota Madinah.
Mu'adz sampai di Kota Madinah pada waktu fajar menyingsing. Didengarnya Bilal sedang mengumandangkan azan Subuh. Bilal mengucapkan: "Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah?" Mu'adz menyambungnya: "Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah?" Kemudian ia menangis dan akhirnya ia jatuh dan tak sadarkan diri lagi. Pada saat itu, di samping Bilal bin Rabah ada Salman Al-Farisy ra lalu ia berkata kepada Bilal: "Wahai Bilal sebutkanlah nama Muhammad dengan suara yang kuat dekatnya, ia adalah Mu'adz yang sedang pingsan. Ketika Bilal selesai azan, ia mendekati Mu'adz, lalu ia berkata: "Assalamualaika, angkatlah kepalamu wahai Mu'adz, aku telah mendengar dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: "Sampaikanlah salamku kepada Mu'adz." Maka Mu'adz pun mengangkatkan kepalanya sambil menjerit dengan suara keras, sehingga orang-orang menyangka bahwa ia telah menghembus nafas yang terakhir, kemudian ia berkata: "Demi ayah dan ibuku, siapakah yang mengingatkan aku pada baginda, ketika baginda akan meninggalkan dunia yang fana ini, wahai Bilal? Marilah kita pergi ke rumah isteri baginda Siti Aisyah ra."
Ketika sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah, Mu'adz mengucapkan: "Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?" Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, ia berkata: "Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah. Kemudian Mu'adz menuju ke rumah Siti Fatimah dan mengucapkan: "Assalamualaikum ya ahli bait." Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata,
"Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Mu'adz bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah SAW."
Kemudian Fatimah berkata lagi: "Masuklah wahai Mu'adz?" Fatimah rha lalu berkata kepadanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Sampaikanlah salam saya kepada Mu'adz dan khabarkan kepadanya bahwa ia kelak di hari kiamat sebagai imam ulama." Kemudian Mu'adz bin Jabal keluar dari rumah Fatimah ha menuju ke arah kubur Rasulullah SAW.
Salam Ramadhan yang ke-8, Alhamdulillah dikurniakan nikmat iman dan islam. Sudah lama rasanya saya simpan cerita ini, kali ini saya rasakan kerinduan yang teramat kepada Kekasih Allah, ketika saya di Mesir, jika perasaaan ini hadir saya tentu akan ke Maqam Saidina Hussin iaitu cucu Rasulullah.
Saya sambungkan dengan kisah seorang sahabat Muadz. Sama-sama kita hayati..
Dikisahkan dari Said bin Ziyad dari Khalid bin Saad, bahwa Mu'adz bin Jabal ra telah berkata: "Rasulullah SAW telah mengutusku ke Negeri Yaman untuk memberikan pelajaran agama di
Pada esok harinya orang ramai berkumpul, lalu Mu'adz berkata kepada mereka: "Malam tadi dan malam sebelumnya saya bermimpi yang sukar untuk difahami. Dahulu, bila Rasulullah SAW bermimpi yang sukar difahami, baginda membuka Mushaf (al-Quran). Maka berikanlah Mushaf kepadaku. Setelah Mu'adz menerima Mushaf, lalu dibukanya maka nampaklah firman Allah yang bermaksud:
"Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula?" (Az-Zumar: 30).
Maka menjeritlah Mu'adz, sehingga ia tak sadarkan diri. Setelah ia sedar kembali, ia membuka Mushaf lagi, dan ia nampak firman Allah yang berbunyi:
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada orang-orang yang bersyukur?" (Ali-lmran: 144)
Maka Mu'adz pun menjerit lagi: "Aduhai Abal-Qassim. Aduhai Muhammad?" Kemudian ia keluar meninggalkan Negeri Yaman menuju ke Madinah. Ketika ia akan meninggalkan penduduk Yaman, ia berkata: "Seandainya apa yang kulihat ini benar. Maka akan meranalah para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan kita akan menjadi seperti biri-biri yang tidak ada pengembala." Kemudian ia berkata: "Aduhai sedihnya berpisah dengan Nabi Muhammad SAW?" Lalu iapun pergi meninggalkan mereka.
Di saat ia berada pada jarak lebih kurang tiga hari perjalanan dari Kota Madinah, tiba-tiba terdengar olehnya suara halus dari tengah-tengah lembah, yang mengucapkan firman Allah yang bermaksud: "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." Lalu Mu'adz mendekati sumber suara itu, setelah berjumpa, Mu'adz bertanya kepada orang tersebut: "Bagaimana khabar Rasulullah SAW? Orang tersebut menjawab: Wahai Mu'adz, sesungguhnya Muhammad SAW telah meninggal dunia. Mendengar ucapan itu Mu'adz terjatuh dan tak sadarkan diri. Lalu orang itu menyadarkannya, ia memanggil Mu'adz: Wahai Mu'adz sadarlah dan bangunlah." Ketika Mu'adz sadar kembali, orang tersebut lalu menyerahkan sepucuk
Mu'adz sampai di Kota Madinah pada waktu fajar menyingsing. Didengarnya Bilal sedang mengumandangkan azan Subuh. Bilal mengucapkan: "Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah?" Mu'adz menyambungnya: "Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah?" Kemudian ia menangis dan akhirnya ia jatuh dan tak sadarkan diri lagi. Pada saat itu, di samping Bilal bin Rabah ada Salman Al-Farisy ra lalu ia berkata kepada Bilal: "Wahai Bilal sebutkanlah nama Muhammad dengan suara yang kuat dekatnya, ia adalah Mu'adz yang sedang pingsan. Ketika Bilal selesai azan, ia mendekati Mu'adz, lalu ia berkata: "Assalamualaika, angkatlah kepalamu wahai Mu'adz, aku telah mendengar dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: "Sampaikanlah salamku kepada Mu'adz." Maka Mu'adz pun mengangkatkan kepalanya sambil menjerit dengan suara keras, sehingga orang-orang menyangka bahwa ia telah menghembus nafas yang terakhir, kemudian ia berkata: "Demi ayah dan ibuku, siapakah yang mengingatkan aku pada baginda, ketika baginda akan meninggalkan dunia yang fana ini, wahai Bilal? Marilah kita pergi ke rumah isteri baginda Siti Aisyah ra."
Ketika sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah, Mu'adz mengucapkan: "Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?" Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, ia berkata: "Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah. Kemudian Mu'adz menuju ke rumah Siti Fatimah dan mengucapkan: "Assalamualaikum ya ahli bait." Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata,
"Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Mu'adz bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah SAW."
Kemudian Fatimah berkata lagi: "Masuklah wahai Mu'adz?" Fatimah rha lalu berkata kepadanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Sampaikanlah salam saya kepada Mu'adz dan khabarkan kepadanya bahwa ia kelak di hari kiamat sebagai imam ulama." Kemudian Mu'adz bin Jabal keluar dari rumah Fatimah ha menuju ke arah kubur Rasulullah SAW.
Sekian...
Monday, August 16, 2010
Hayatilah Duhai Insan
Assalamualaikum W.B.T
Pengakuan seorang guru, keinsafan buat diri kita semua...
Saya mengajar di sekolah rendah di tengah2 bandaraya Kuala Lumpur. Saya mengajar sesi petang. Salah seorang murid saya setiap hari datang lambat ke sekolah. Kasut dan bajunya selalu kotor. Setiap kali saya bertanya tentang baju dan kasutnya dia hanya berdiam diri.
Saya masih bersabar dengan keadaan pakainnya, tetapi kesabaran saya tercabar dengan sikapnya yang setiap hari datang lambat. Pada mulanya saya hanya memberi nasihat. Dia hanya menundukkan kepala tanpa berkata2 kecuali anggukkan yang seolah2 dipaksa. Kali kedua saya memberi amaran, dia masih juga mengangguk tetapi masih juga datang lambat keesokannya.
Kali ketiga saya terpaksa menjalankan janji saya untuk memukulnya kalau masih lambat. Anehnya dia hanya menyerahkan punggungnya untuk dirotan . Airmata saja yang jatuh tanpa sepatah kata dari mulutnya.
Keesokan harinya dia masih juga lambat, dan saya memukulnya lagi. Namun ia masih tetap datang kesekolah dan masih tetap lambat.
Suatu hari saya bercadang untuk mengintipnya ke rumahnya. Setelah mendapatkan alamatnya, saya meneruskan niat saya. Dia tinggal di sebuah kawasan setinggan tidak berapa jauh dari sekolah. Keadaan rumahnya sangat daif. Saya nampak murid saya itu sedang berdiri di depan rumahnya dalam keadaan gelisah. Seorang wanita yang mungkin ibunya juga kelihatan gelisah.
Lebih kurang pukul 1.30 seorang anak lelaki sedang berlari2 sekuat hati menuju ke rumah itu. Sambil berlari dia membuka baju sekolahnya. Sampai di depan rumah baju dan kasutnya diserahkan pula kepada murid saya yang terus bergegas memakainya. Sebelum pakaian sekolah sempurna dipakai, dia sudah berlari ke arah sekolah.
Saya kembali ke sekolah dengan penuh penyesalan. Saya memanggil anak itu sambil menahan airmata yang mula tergenang.
“Maafkan cikgu. Tadi cikgu pergi ke rumah kamu dan memerhatikan kamu dari jauh. Siapa yang berlari memberikan kamu baju tadi?” Dia terkejut dan wajahnya berubah.
“Itu abang saya. Kami kongsi baju dan kasut sebab tak ada baju lain. Itu saja baju dan kasut yang ada. Maafkan saya, cikgu.”
Jawabnya “Kenapa kamu tak beritahu cikgu dan kenapa kamu biarkan saja cikgu pukul kamu?”
” Mak pesan, jangan meminta2 pada orang, jangan ceritakan kemiskinan kita pada orang. Kalau cikgu nak pukul serahkan saja punggung kamu.”
Sambil menahan airmata yang mula berguguran saya memeluk anak itu, “Maafkan cikgu, …….”
Kejadian itu cukup menginsafkan saya. Selepas itu saya cuba membantunya setakat yang mampu.
Pengakuan seorang guru, keinsafan buat diri kita semua...
Saya mengajar di sekolah rendah di tengah2 bandaraya Kuala Lumpur. Saya mengajar sesi petang. Salah seorang murid saya setiap hari datang lambat ke sekolah. Kasut dan bajunya selalu kotor. Setiap kali saya bertanya tentang baju dan kasutnya dia hanya berdiam diri.
Saya masih bersabar dengan keadaan pakainnya, tetapi kesabaran saya tercabar dengan sikapnya yang setiap hari datang lambat. Pada mulanya saya hanya memberi nasihat. Dia hanya menundukkan kepala tanpa berkata2 kecuali anggukkan yang seolah2 dipaksa. Kali kedua saya memberi amaran, dia masih juga mengangguk tetapi masih juga datang lambat keesokannya.
Kali ketiga saya terpaksa menjalankan janji saya untuk memukulnya kalau masih lambat. Anehnya dia hanya menyerahkan punggungnya untuk dirotan . Airmata saja yang jatuh tanpa sepatah kata dari mulutnya.
Keesokan harinya dia masih juga lambat, dan saya memukulnya lagi. Namun ia masih tetap datang kesekolah dan masih tetap lambat.
Suatu hari saya bercadang untuk mengintipnya ke rumahnya. Setelah mendapatkan alamatnya, saya meneruskan niat saya. Dia tinggal di sebuah kawasan setinggan tidak berapa jauh dari sekolah. Keadaan rumahnya sangat daif. Saya nampak murid saya itu sedang berdiri di depan rumahnya dalam keadaan gelisah. Seorang wanita yang mungkin ibunya juga kelihatan gelisah.
Lebih kurang pukul 1.30 seorang anak lelaki sedang berlari2 sekuat hati menuju ke rumah itu. Sambil berlari dia membuka baju sekolahnya. Sampai di depan rumah baju dan kasutnya diserahkan pula kepada murid saya yang terus bergegas memakainya. Sebelum pakaian sekolah sempurna dipakai, dia sudah berlari ke arah sekolah.
Saya kembali ke sekolah dengan penuh penyesalan. Saya memanggil anak itu sambil menahan airmata yang mula tergenang.
“Maafkan cikgu. Tadi cikgu pergi ke rumah kamu dan memerhatikan kamu dari jauh. Siapa yang berlari memberikan kamu baju tadi?” Dia terkejut dan wajahnya berubah.
“Itu abang saya. Kami kongsi baju dan kasut sebab tak ada baju lain. Itu saja baju dan kasut yang ada. Maafkan saya, cikgu.”
Jawabnya “Kenapa kamu tak beritahu cikgu dan kenapa kamu biarkan saja cikgu pukul kamu?”
” Mak pesan, jangan meminta2 pada orang, jangan ceritakan kemiskinan kita pada orang. Kalau cikgu nak pukul serahkan saja punggung kamu.”
Sambil menahan airmata yang mula berguguran saya memeluk anak itu, “Maafkan cikgu, …….”
Kejadian itu cukup menginsafkan saya. Selepas itu saya cuba membantunya setakat yang mampu.
Cerita2 begini membantu melembutkan hati yang keras. Kata seorang guru, sekiranya hati kita mula keras lembutkanlah dengan perkara2 berikut;
i. Solat sunat
ii. puasa sunat
iii. berzikir
iv. bersedekah
v. mengusap rambut anak yatim
vi. mendengar cerita2 kesusahan orang lain
vii. membantu orang susah See More
ii. puasa sunat
iii. berzikir
iv. bersedekah
v. mengusap rambut anak yatim
vi. mendengar cerita2 kesusahan orang lain
vii. membantu orang susah See More
Mencari Cinta Allah dan Rasul, adalah matlamat setiap Insan...
Sekian...
The Massage Of Peace
Assalamualaikum W.B.T
Ramadan greetings to all, indeed I want to apologize if any of my articles that are not connected to his story, for me waiting time is appropriate.
Thank you for your support to all of my stories, indeed the world nearly to the end. On that basis I feel the responsibility to write things related to disasters that God revealed. All involved.
Listen to my latest ... (The Massage Of Peace)
The Prophet's most important task was to bring peace to the world. To this end, he urged people to accept the fact that, regardless of skin colour, language, lifestyle or dwelling place, they were all blood brothers and sisters. Only if they saw each other in this light could there be mutual love and respect.
To his followers he would say, "You are all Adam's children, and Adam was made of clay," and, asking them to live in peace, would add, "A true believer is one with whom others feel secure - one who returns love for hatred." He taught believers that returning love only when love was given was base human conduct. The true believer causes no harm to those who mistreated him, but chose rather to work for their good.
The Prophet
himself led the way with his common sense, kindness, gentleness, humility, and good humour. He greatly loved all people and even animals.
The Prophet
was a leader, yet, believing he was no greater or better than others, he never made people feel small, unwanted or embarrassed. He urged his followers to behave kindly and humbly, to release slaves whenever possible and to give alms, especially to very poor people, orphans and prisoners - with no thought of reward.
He was the soul of goodness, so that even if people harmed him, he would pray for them, remaining unruffled, no matter how badly he was treated. In setting this example, he encouraged people to turn to Allah, as a Being of surpassing greatness.
He wanted all men and women to be unworldly and to have such great peace of mind that nothing could disturb them. Then, with no grudges to bear, they would seek no revenge, but would merely turn all events, whether material or spiritual, into food for thought.
Throughout the first thirteen years of his prophethood, the Prophet Muhammad
preached in Makkah, although the Makkans bitterly opposed this. When things became impossible, he left for Madinah.
Wars were waged against him, but he convinced his enemies that peace had greater power than war, as was shown by the peace treaty of Hudaybiyyah. In this the Prophet
agreed to every demand of his enemies, on the assurance that, in return, peace would necessarily ensue.
His life went through various stages of well-being and extreme hardship, yet never once did he stray from the path of moderation.
At all times, and right till the end, he remained the patient and grateful servant of the Almighty, bringing His message of peace and tolerance to all mankind.
Thank you all, Happy Fasting!...
Ramadan greetings to all, indeed I want to apologize if any of my articles that are not connected to his story, for me waiting time is appropriate.
Thank you for your support to all of my stories, indeed the world nearly to the end. On that basis I feel the responsibility to write things related to disasters that God revealed. All involved.
Listen to my latest ... (The Massage Of Peace)
The Prophet's most important task was to bring peace to the world. To this end, he urged people to accept the fact that, regardless of skin colour, language, lifestyle or dwelling place, they were all blood brothers and sisters. Only if they saw each other in this light could there be mutual love and respect.
To his followers he would say, "You are all Adam's children, and Adam was made of clay," and, asking them to live in peace, would add, "A true believer is one with whom others feel secure - one who returns love for hatred." He taught believers that returning love only when love was given was base human conduct. The true believer causes no harm to those who mistreated him, but chose rather to work for their good.
The Prophet
The Prophet
He was the soul of goodness, so that even if people harmed him, he would pray for them, remaining unruffled, no matter how badly he was treated. In setting this example, he encouraged people to turn to Allah, as a Being of surpassing greatness.
He wanted all men and women to be unworldly and to have such great peace of mind that nothing could disturb them. Then, with no grudges to bear, they would seek no revenge, but would merely turn all events, whether material or spiritual, into food for thought.
Throughout the first thirteen years of his prophethood, the Prophet Muhammad
Wars were waged against him, but he convinced his enemies that peace had greater power than war, as was shown by the peace treaty of Hudaybiyyah. In this the Prophet
His life went through various stages of well-being and extreme hardship, yet never once did he stray from the path of moderation.
At all times, and right till the end, he remained the patient and grateful servant of the Almighty, bringing His message of peace and tolerance to all mankind.
Thank you all, Happy Fasting!...
Saturday, August 14, 2010
Kemusnahan Alam
Assalamualaikum W.B.T
Sangat menyedihkan...
KEHIDUPAN dan kematian adalah ketentuan Allah. Dalam dunia serba fana, semua ada kepada yang berusaha, mampu memiliki apa dianugerahkan kepada makhluk semesta tetapi yang selalu dilupa ialah kehidupan dunia hanya sementara, tiba masanya perlu meninggalkan segala-galanya. Tambahan, apa yang ada di dunia ini menyebabkan manusia lalai dan lupa. Justeru, Allah mengutuskan Rasul dan Nabi sebagai penyampai peringatan daripada-Nya supaya manusia yang alpa kembali kepada fitrah. Ada yang menentang, ada juga yang taat.
Apabila ditimpa bencana dan wabak menguji manusia, ia bukan bertujuan menghukum atau mendera atas kesalahan dilakukan tetapi sebagai amaran kita melewati batas dan harus sentiasa beringat ujian untuk menguji keimanan.
Oleh itu, orang yang mengakui hakikat keesaan Allah harus menerima qada dan qadar di samping meningkatkan ketahanan diri daripada tipu daya serta berusaha memantapkan diri kerana setiap ujian itu ada hikmah di sebaliknya.
Namun, kesombongan juga boleh membuatkan manusia menghadapi bencana sebagai tanda kita harus akur dan mematuhi perintah-Nya serta insaf terhadap perilaku yang mencabar kekuasaan-Nya.
Firman Allah bermaksud: “Telah timbul pelbagai kerosakan dan bala bencana di darat dan di laut dengan sebab apa yang dilakukan oleh tangan manusia. Timbulnya yang demikian kerana Allah hendak merasakan mereka sebahagian daripada balasan perbuatan buruk yang mereka sudah lakukan supaya mereka kembali insaf dan bertaubat.” (Surah ar-Ruum, ayat 41)
Benar juga bahawa aksi dan lagak manusia adalah permainan serta hiburan. Firman Allah bermaksud: “Dan tidak dinamakan kehidupan dunia melainkan permainan yang sia-sia dan hiburan melalaikan.” (Surah al-An’aam, ayat 32)
Hari ini dunia digemparkan dengan wabak Influenza A yang virusnya begitu rakus menyerang manusia di beberapa negara dan ia penyakit berjangkit yang boleh menyebabkan kematian. Sesiapa saja boleh terdedah kepada virus itu walaupun pelbagai cara dilakukan untuk mengelak ia berlarutan. Langkah pemantauan serta usaha awal menghadapi kemungkinan dijangkiti wabak dilakukan dengan pantas dan berkesan.
Namun, kita trauma dengan apa yang sedang berlaku sehingga selesema dan demam biasa pun menimbulkan kerisauan yang bukan sedikit. Itulah akibat tidak menjaga kebersihan dan tidak adil terhadap imbangan alam. Ia boleh dielak dengan pencegahan seperti mengelak kekotoran di ladang ternakan, tidak makan makanan memudaratkan kesihatan serta mengamalkan hidup berhemah. Firman Allah bermaksud: “Dan Allah mengasihi orang yang membersihkan diri mereka zahir dan batin.” (Surah at-Taubah, ayat 108)
Dalam Islam, membersihkan diri tidak cukup dengan yang zahirnya saja, tetapi mencakupi kesucian akidah daripada syirik dan kufur. Perbuatan menjurus kepada mempercayai kuasa lebih besar daripada Allah menandakan akidah sudah tercemar dengan anasir mengganggu kesucian hati serta jiwa.
Kita juga harus membersihkan diri daripada dikotori nafsu yang bersifat zalim kepada diri serta orang lain. Nafsu memusnahkan hidup manusia dan membuatkan mereka ketagih kehidupan sia-sia sedangkan mereka tahu ada kehidupan sesudah itu yang kekal abadi.
Selain itu, kita boleh mengelakkan wabak dan bencana yang menghancurkan umat Islam dengan menjaga kebersihan akal daripada terlalu bebas sehingga mengetepikan wahyu dan sunnah yang diutus sebagai panduan hidup di dunia.
Ada penyakit yang menimpa jasad manusia akibat mengamalkan seks bebas, minum arak, makan makanan haramkan dan yang berpunca daripada akal dikotori pemikiran bebas, bukan berteraskan perintah serta larangan Ilahi.
Kehidupan sosial yang terjaga mengikut batasan syarak dan bersih daripada anasir melampaui keizinan hukum serta syariat akan menjamin kehidupan lebih baik. Bukan saja hubungan sosial secara umum juga membabitkan pergaulan antara suami dan isteri yang ada sempadannya.
Banyak bencana berlaku terhadap manusia kerana tidak berpegang teguh kepada perintah dan panduan disediakan. Selain itu, bersih daripada sifat keji antara cara mencegah kebinasaan manusia. Lalai mengingati Allah dan suka menzalimi manusia antara sifat bermukim di hati manusia yang sudah kotor dengan dosa.
Musuh manusia bukan iblis dan syaitan saja tetapi juga manusia memusuhi Penciptanya dan kotor jiwa sehingga sanggup melakukan perbuatan jahat seperti fitnah serta membunuh. Cabaran dan dugaan melanda dunia hasil tangan makhluk Allah ternyata menjadi pengajaran kepada orang yang berfikir. Kemusnahan manusia dan alam tidak berlaku tanpa sebab dan manusia perlu memohon pertolongan-Nya supaya bumi serta isinya selamat.
Sekian... (Untuk semua rakyat Malaysia)
Sangat menyedihkan...
KEHIDUPAN dan kematian adalah ketentuan Allah. Dalam dunia serba fana, semua ada kepada yang berusaha, mampu memiliki apa dianugerahkan kepada makhluk semesta tetapi yang selalu dilupa ialah kehidupan dunia hanya sementara, tiba masanya perlu meninggalkan segala-galanya. Tambahan, apa yang ada di dunia ini menyebabkan manusia lalai dan lupa. Justeru, Allah mengutuskan Rasul dan Nabi sebagai penyampai peringatan daripada-Nya supaya manusia yang alpa kembali kepada fitrah. Ada yang menentang, ada juga yang taat.
Apabila ditimpa bencana dan wabak menguji manusia, ia bukan bertujuan menghukum atau mendera atas kesalahan dilakukan tetapi sebagai amaran kita melewati batas dan harus sentiasa beringat ujian untuk menguji keimanan.
Oleh itu, orang yang mengakui hakikat keesaan Allah harus menerima qada dan qadar di samping meningkatkan ketahanan diri daripada tipu daya serta berusaha memantapkan diri kerana setiap ujian itu ada hikmah di sebaliknya.
Namun, kesombongan juga boleh membuatkan manusia menghadapi bencana sebagai tanda kita harus akur dan mematuhi perintah-Nya serta insaf terhadap perilaku yang mencabar kekuasaan-Nya.
Firman Allah bermaksud: “Telah timbul pelbagai kerosakan dan bala bencana di darat dan di laut dengan sebab apa yang dilakukan oleh tangan manusia. Timbulnya yang demikian kerana Allah hendak merasakan mereka sebahagian daripada balasan perbuatan buruk yang mereka sudah lakukan supaya mereka kembali insaf dan bertaubat.” (Surah ar-Ruum, ayat 41)
Benar juga bahawa aksi dan lagak manusia adalah permainan serta hiburan. Firman Allah bermaksud: “Dan tidak dinamakan kehidupan dunia melainkan permainan yang sia-sia dan hiburan melalaikan.” (Surah al-An’aam, ayat 32)
Hari ini dunia digemparkan dengan wabak Influenza A yang virusnya begitu rakus menyerang manusia di beberapa negara dan ia penyakit berjangkit yang boleh menyebabkan kematian. Sesiapa saja boleh terdedah kepada virus itu walaupun pelbagai cara dilakukan untuk mengelak ia berlarutan. Langkah pemantauan serta usaha awal menghadapi kemungkinan dijangkiti wabak dilakukan dengan pantas dan berkesan.
Namun, kita trauma dengan apa yang sedang berlaku sehingga selesema dan demam biasa pun menimbulkan kerisauan yang bukan sedikit. Itulah akibat tidak menjaga kebersihan dan tidak adil terhadap imbangan alam. Ia boleh dielak dengan pencegahan seperti mengelak kekotoran di ladang ternakan, tidak makan makanan memudaratkan kesihatan serta mengamalkan hidup berhemah. Firman Allah bermaksud: “Dan Allah mengasihi orang yang membersihkan diri mereka zahir dan batin.” (Surah at-Taubah, ayat 108)
Dalam Islam, membersihkan diri tidak cukup dengan yang zahirnya saja, tetapi mencakupi kesucian akidah daripada syirik dan kufur. Perbuatan menjurus kepada mempercayai kuasa lebih besar daripada Allah menandakan akidah sudah tercemar dengan anasir mengganggu kesucian hati serta jiwa.
Kita juga harus membersihkan diri daripada dikotori nafsu yang bersifat zalim kepada diri serta orang lain. Nafsu memusnahkan hidup manusia dan membuatkan mereka ketagih kehidupan sia-sia sedangkan mereka tahu ada kehidupan sesudah itu yang kekal abadi.
Selain itu, kita boleh mengelakkan wabak dan bencana yang menghancurkan umat Islam dengan menjaga kebersihan akal daripada terlalu bebas sehingga mengetepikan wahyu dan sunnah yang diutus sebagai panduan hidup di dunia.
Ada penyakit yang menimpa jasad manusia akibat mengamalkan seks bebas, minum arak, makan makanan haramkan dan yang berpunca daripada akal dikotori pemikiran bebas, bukan berteraskan perintah serta larangan Ilahi.
Kehidupan sosial yang terjaga mengikut batasan syarak dan bersih daripada anasir melampaui keizinan hukum serta syariat akan menjamin kehidupan lebih baik. Bukan saja hubungan sosial secara umum juga membabitkan pergaulan antara suami dan isteri yang ada sempadannya.
Banyak bencana berlaku terhadap manusia kerana tidak berpegang teguh kepada perintah dan panduan disediakan. Selain itu, bersih daripada sifat keji antara cara mencegah kebinasaan manusia. Lalai mengingati Allah dan suka menzalimi manusia antara sifat bermukim di hati manusia yang sudah kotor dengan dosa.
Musuh manusia bukan iblis dan syaitan saja tetapi juga manusia memusuhi Penciptanya dan kotor jiwa sehingga sanggup melakukan perbuatan jahat seperti fitnah serta membunuh. Cabaran dan dugaan melanda dunia hasil tangan makhluk Allah ternyata menjadi pengajaran kepada orang yang berfikir. Kemusnahan manusia dan alam tidak berlaku tanpa sebab dan manusia perlu memohon pertolongan-Nya supaya bumi serta isinya selamat.
Sekian... (Untuk semua rakyat Malaysia)
Friday, August 13, 2010
Andai Ini Yang Terakhir
Andaiku tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya sibuk berzikir
tentu tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu... merayu... kepadanya Tuhan yang satu
Andai ku tahu ini Ramadhan terakhir
tentu solat ku kerjakan di awal waktu
solat yang dikerjakan.... sungguh khusyuk lagi tawaduk
tubuh dan qalbu, bersatu
memperhambakan diri
menghadapi Rabul Jalil....menangisi kecurangan janji
'Innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin'
(sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku......
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam)
Andai ku tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kusiakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
disetiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan al-Quran bakal kau dendang ......
bakal kau syairkan
Andai ku tahu ini Ramadhan terakhir
tentu malam mu engkau sibukkan dengan bertarawikh
berqiamullail, bertahajud, mengadu..... merintih.... meminta belas kasih
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke Syurgamu
tapi ku juga tidak sanggup untuk ke nerakaMU"
Andai ku tahu ini Ramadhan terakhir
tentu diriku tak akan melupakan yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru..... kita cari.... suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan
Andai ku tahu in Ramadhan terakhir
tentu ku bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiapkan diri, rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan lorong-lorong ridha
Ar-Rahman
Duhai Illahi....
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling bererti
paling berseri menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju ridha serta
kasih sayangMU Ya ILLAHI
semoga bakal mewarnai kehidupan kami
disana nanti
Namun teman....
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini yang terakhir kali bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha.... bersedia.... meminta belasNya
Andai benar ini Ramadhan terakhir buat aku
maafkan semua kesalahan dan kesilapan
yang pernah aku lakukan
"Marhaban Yaa Ramadhan"
11.10pm (Thursday Nite)
Cheras-KL
tentu siangnya sibuk berzikir
tentu tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu... merayu... kepadanya Tuhan yang satu
Andai ku tahu ini Ramadhan terakhir
tentu solat ku kerjakan di awal waktu
solat yang dikerjakan.... sungguh khusyuk lagi tawaduk
tubuh dan qalbu, bersatu
memperhambakan diri
menghadapi Rabul Jalil....menangisi kecurangan janji
'Innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin'
(sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku......
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam)
Andai ku tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kusiakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
disetiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan al-Quran bakal kau dendang ......
bakal kau syairkan
Andai ku tahu ini Ramadhan terakhir
tentu malam mu engkau sibukkan dengan bertarawikh
berqiamullail, bertahajud, mengadu..... merintih.... meminta belas kasih
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke Syurgamu
tapi ku juga tidak sanggup untuk ke nerakaMU"
Andai ku tahu ini Ramadhan terakhir
tentu diriku tak akan melupakan yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru..... kita cari.... suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan
Andai ku tahu in Ramadhan terakhir
tentu ku bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiapkan diri, rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan lorong-lorong ridha
Ar-Rahman
Duhai Illahi....
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling bererti
paling berseri menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju ridha serta
kasih sayangMU Ya ILLAHI
semoga bakal mewarnai kehidupan kami
disana nanti
Namun teman....
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini yang terakhir kali bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha.... bersedia.... meminta belasNya
Andai benar ini Ramadhan terakhir buat aku
maafkan semua kesalahan dan kesilapan
yang pernah aku lakukan
"Marhaban Yaa Ramadhan"
11.10pm (Thursday Nite)
Cheras-KL
Thursday, August 12, 2010
Day Of Cheer For Me
Assalamualaikum W.B.T
Bismillahirrahmanirrahim...
Bismillahirrahmanirrahim...
Thanks at this time I still have a chance to write my official web site, I'm not sure why I prefer speaking in English, perhaps because I was happy with the presence of visitors in this present from all over the world. Thank you all ...
Yesterday I spoke on prayer TERAWIKH very sad, but today all I bring cheer for the mosque already been carrying out its duties and fiscal attitude congregation. Very thanks.
So .. all of my back as usual, let us together improve our practices to our Creator most high. Finally, safe to perform fast, safe with the Night of Power and prayers TERAWIKH.
Thank you ...
Yesterday I spoke on prayer TERAWIKH very sad, but today all I bring cheer for the mosque already been carrying out its duties and fiscal attitude congregation. Very thanks.
So .. all of my back as usual, let us together improve our practices to our Creator most high. Finally, safe to perform fast, safe with the Night of Power and prayers TERAWIKH.
Thank you ...
Wednesday, August 11, 2010
I Just Aggrieved
Assalamualaikum W.B.T
Bismillahirrahmanirrahim...
Thanks to God because I still have the opportunity to write in this blog, the more excitement felt when I was in a very honorable for the Muslims, the month which is much awaited by all Muslims.
Of course many people were surprised this time I had the opportunity to write in English. I want to say a little disappointment in prayer TERAWIKH at this time.
Selawat cry on the beloved Prophet Muhammad SAW character should we respond with love and we love the prophet that we miss.
I'm very proud if the row is properly closed and if all ok, fraternity and we will remain forever. Amin ...
Thank you ...
Bismillahirrahmanirrahim...
Thanks to God because I still have the opportunity to write in this blog, the more excitement felt when I was in a very honorable for the Muslims, the month which is much awaited by all Muslims.
Of course many people were surprised this time I had the opportunity to write in English. I want to say a little disappointment in prayer TERAWIKH at this time.
Selawat cry on the beloved Prophet Muhammad SAW character should we respond with love and we love the prophet that we miss.
I'm very proud if the row is properly closed and if all ok, fraternity and we will remain forever. Amin ...
Thank you ...
Monday, August 9, 2010
Selamat Datang Bulan Yang Mulia...
Assalamualaikum W.B.T
Alhamdulillah dalam tulisan pertama saya pada Ramadhan kali ini saya sangat teruja dengan segala persiapan diri yang telah saya lakukan. Semoga semuanya berjalan dengan lancar...

Salam bulan yang penuh barakah saya tujukan pada semua, InsyaAllah saya cuba mengupdate dari hari ke sehari demi memastikan segalanya di kongsi bersama rakan-rakan dan teman seperjuangan sepanjang berada di tanah airku ini.
Saya harap anda juga sama seperti saya, kita sama-sama raikan bulan yang penuh barakah ini, setahun hanya sekali didatangkan kepada kita bulan keampunan,rahmat dan segalanya, juga malam lailatul qadar yang sangat bernilai antara seribu bulan...
YaAllah... Saya sangat bersyukur dikurniakan lagi bulan yang penuh barakah ini, ampunkan segala dosa-dosaku ya Allah, dosa IbuBapaku, dosa keluargaku, dosa sanak saudara, dosa jiran tetangga, dosa sahabat handai, dosa seluruh umat Islam di seluruh dunia... Amin Ya Rabbal 'Alamin...
Sekian...
Alhamdulillah dalam tulisan pertama saya pada Ramadhan kali ini saya sangat teruja dengan segala persiapan diri yang telah saya lakukan. Semoga semuanya berjalan dengan lancar...

Salam bulan yang penuh barakah saya tujukan pada semua, InsyaAllah saya cuba mengupdate dari hari ke sehari demi memastikan segalanya di kongsi bersama rakan-rakan dan teman seperjuangan sepanjang berada di tanah airku ini.
Saya harap anda juga sama seperti saya, kita sama-sama raikan bulan yang penuh barakah ini, setahun hanya sekali didatangkan kepada kita bulan keampunan,rahmat dan segalanya, juga malam lailatul qadar yang sangat bernilai antara seribu bulan...
YaAllah... Saya sangat bersyukur dikurniakan lagi bulan yang penuh barakah ini, ampunkan segala dosa-dosaku ya Allah, dosa IbuBapaku, dosa keluargaku, dosa sanak saudara, dosa jiran tetangga, dosa sahabat handai, dosa seluruh umat Islam di seluruh dunia... Amin Ya Rabbal 'Alamin...
Sekian...
Tuesday, August 3, 2010
Antara Airmata-Airmataku... (Part 1)
Ya Allah...Mohd Isyamfuan tak larat nak menangis lagi...
Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum W.B.T...
Para pembaca sekalian, mungkin ini adalah kisah yang paling teruk terjadi dalam hidup saya... Tapi bila dikatakan tentang kehidupan, saya sendiri tidak mampu melawannya melainkan Keimanan yang kuat...
Para pembaca sekalian, pernah ke kita terlintas, kenapa kehidupan manusia sekarang terlalu memikirkan adab dan suka "meniru" orang dulu-dulu? Kenapa tidak memikirkan tentang kehidupan yang penuh dengan maksiat dan kita sedaya menentangnya? Tolonglah wahai semua ibu bapa sekalian dan semua lapisan umat Islam, sedarlah... Ketepikanlah adab dan budaya, ikutlah petunjuk Islam sebenar, untuk diri saya, kami semua dan anda semua yang bencikan bahana yang sedang berlaku.
Sedarlah kemana anak-anak kita menghilang dan apa yang sedang mereka lakukan tak kira di pusat pengajian atau mereka sudah bekerja. Apa yang saya ingin tekankan adalah didikan sedari kecil,
InsyaAllah saya akan cuba sambungkan kisah ini di bahagian kedua, kisah benar dan sedang mencari penyelesaian yang hakiki...
Sekian.....
Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum W.B.T...
Para pembaca sekalian, mungkin ini adalah kisah yang paling teruk terjadi dalam hidup saya... Tapi bila dikatakan tentang kehidupan, saya sendiri tidak mampu melawannya melainkan Keimanan yang kuat...
Para pembaca sekalian, pernah ke kita terlintas, kenapa kehidupan manusia sekarang terlalu memikirkan adab dan suka "meniru" orang dulu-dulu? Kenapa tidak memikirkan tentang kehidupan yang penuh dengan maksiat dan kita sedaya menentangnya? Tolonglah wahai semua ibu bapa sekalian dan semua lapisan umat Islam, sedarlah... Ketepikanlah adab dan budaya, ikutlah petunjuk Islam sebenar, untuk diri saya, kami semua dan anda semua yang bencikan bahana yang sedang berlaku.
Sedarlah kemana anak-anak kita menghilang dan apa yang sedang mereka lakukan tak kira di pusat pengajian atau mereka sudah bekerja. Apa yang saya ingin tekankan adalah didikan sedari kecil,
InsyaAllah saya akan cuba sambungkan kisah ini di bahagian kedua, kisah benar dan sedang mencari penyelesaian yang hakiki...
Sekian.....
Subscribe to:
Posts (Atom)












